Monday, 9 February 2009

Para Bloggerpun Berkampanye

Sebuah kontes SEO dengan keyword: Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 telah dimulai.

Sebuah ide yang menarik dari keyword yang dilombakan, sangat inspiratif dan sekaranglah saatnya kita para blogger mulai menyuarakan hati, membangunkan diri dan memberikan sedikit kontribusi lewat tulisan mengenai bagaimana kampanye damai pemilu 2009 dapat dicapai?

Lewat tulisan kita bisa menyuarakan hati, tanpa ikatan apa-apa kita bisa memberikan sebuah tulisan yang objektif yang dapat membantu orang yang membacanya untuk dengan bijaksana dalam menghadapi atau bahkan berkampanye pada Pemilu nanti.

Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 ini adalah sebuah kontes SEO, ada DUA hal yang perlu kita perhatikan dalam kontes ini:

  1. ON Page, perhatikan bagaimana Anda menyebarkan keyword Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009 dalam konten artikel Anda, penyebaran keyword yang baik adalah 10% dari konten.

  2. OFF Page, bangun backlink sebanyak-banyaknya! Dapatkan link tautan dari website lain yang relevan dengan konten Anda. Usahakan mendapatkan backlink dari website dengan PR tinggi.


Sisanya adalah kembangkan terus backlink Anda, berkunjunglah ke komunitas blogger, minta dukungan mereka.

Kampanye Caleg yang MENYEBALKAN!

Ini adalah curahan hati saya mengenai masa dimana saat ini kita tengah mempersiapkan diri memilih CALEG. Saya yakin banyak orang yang sebenarnya MUAK, MARAH bagaimana para caleg berkampanye, memperkenalkan dirinya dengan cara yang arogan, kotor dan menjijikan.

  • Arogan, Anda bisa lihat di depan mata bagaimana mereka memampang foto-foto mereka di lokasi umum dengan wajah-wajah yang memuakkan, sok ramah yang pada ujung-ujungnya memohon dukungan kita. Saya amati sebagaian besar dari mereka tidak menyertakan apa program unggulan mereka, jadi betapa arogannya mereka, seolah-olah masyarakat mengenal mereka sementara saya yakin banyak yang bertanya, "Apa alasan gw memilih lu?" pertanyaan yang sederhana tapi sederhana seperti itu saja mereka tidak mampu menangkapnya, mereka tidak tahu apa seni membuat reklame...yang kita tahu cuman no. caleg mereka dan wajah mereka yang penuh ambisi itu!

  • Kotor, setiap kota telah memiliki UU Tata Kota, setiap kota telah berusaha sedemikian rupa memperindah penampilan kota, tapi apa yang terjadi selama kampanye caleg? Para caleg memampang foto-foto mereka di tempat-tempat umum tanpa peduli etika, memaku pohon-pohon yang ada dijalan, mereka cuman bisa menyakiti hanya demi kepentingan ambisi mereka yang terlalu ambisius.

  • Menjijikan, ya sisanya hanyalah penampilan yang buruk sebuah kota akibat ulah para caleg. Tidak sedikit papan, selebaran, bahkan spanduk-spanduk caleg berukuran raksasa yang sudah robek, kusam akhirnya menjadi sampah di jalan. Mereka tak peduli konsukuensi dari apa yang mereka lakukan, yang mereka tahu pasang seenaknya, masa bodoh selanjutnya, yang penting suara terkumpul. Jika demikian bukannya mereka datang bersama perubahan yang lebih baik tapi malah menambah kebrobrokan yang semakin sulit untuk diperbaiki.


Apakah seperti ini wajah wakil-wakil kita selanjutnya?
Kita tak perlu skeptis, pesimis! Masih ada yang kita lakukan yaitu PENILAIAN kita dapat menjadi acuan siapa yang akan kita pilih, apa yang para caleg lakukan adalah merusak kredibilitas dirinya sendiri yang PASTINYA kita tidak akan memilih kualitas wakil rakyat seperti itu bukan? Pasti ada yang masih berhati mulia, tugas kita hanya mencari tahu diantara tumpukan tumpukan jerami (tumpukan caleg) tersebut...

So mari kita memilih dengan hati dan Sukseskan Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009.